Klinik Dr. Rocky

The Golden Way for Better Health and Beauty

 
You are here: Home Artikel Kesehatan Anak
LATEST NEWS: Bagaimana cara anda menuju ke klinik kami . . . . . . . (read more)
LATEST NEWS: Bergabunglah dengan Health and Beauty Blog . . . (read more)
LATEST NEWS: Suplement kesehatan terbaik untuk anda . . . (read more)
KABAR GEMBIRA: Upload foto sudah bisa anda lakukan, terimakasih . . . (read more)

 

 

 

The Role of Laboratory Diagnosis in Children with Chronic Diarrhea

Chronic diarrhea is defined as diarrhea which has occurred for more than 14 days and if it is caused by infection, then it is known as persistent diarrhea. The incidence rate of persistent diarrhea in some developing countries is ranged between 3-23%.1,2 In order to establish diagnosis and to provide treatment of chronic or persistent diarrhea, we need a simple and non-invasive examination such as stool analysis. It should be continued with stool culture and stool parasite analysis to discover the etiologic pathogenic bacteria or parasite.3,4 Invasive examination such as colonoscopy is occasionally needed in order to discover infective colitis grossly and to obtain colon biopsy at once to differentiate infection and non-specific inflammation.5 This study is aimed to recognize the result of stool examination and colonoscopy in patients with persistent diarrhea in Department of Pediatrics Cipto Mangunkusumo hospital for three months period.
Read More :
 
 

The efficacy of single-dose albendazole for the treatment of ascariasis

ABSTRACT
Objective : This study aims to assess the efficacy of single-dose albendazole in treating mild, moderate, and severe ascariasis.
Methods : Stool specimens were collected from randomly selected elementary school children in Suka village, Sumatera Utara, from March to April 2002. Based on the number of eggs per gram feces (NEPG), samples were categorized as mild (NEPG < 7000), moderate (NEPG 7000-35,000), or severe (NEPG > 35,000) ascariasis.
Read More :

 

Diare Persisten: Karakteristik Pasien, Klinis, Laboratorium, dan Penyakit Penyerta

Dr. Deddy Satriya Putra SpA(K)

Dilaporkan angka kejadian diare persisten pada beberapa negara berkembang berkisar antara 3%-23%. Di Indonesia, kejadian diare persisten belum banyak dilaporkan karena kejadian diare persisten sering bersamaan dengan penyakit lainnya seperti otitis media akut, infeksi saluran kemih, pneumonia dan gizi buruk.2 Diare persisten secara definisi berarti diare yang berlangsung lebih dari 14 hari dengan penyebab infeksi. WHO CDC program tahun 1991 melaporkan kejadian diare persisten di Indonesia pada bayi sekitar 4%. Estimasi dari WHO dan UNICEF tahun 1991 mengatakan bahwa diare persisten merupakan 10% dari kejadian diare dengan kematian 35% pada anak di bawah 5 tahun.3
Baca Selengkapnya :
 
 

Dampak Diare Persisten terhadap Tumbuh Kembang Anak sampai Remaja dan Keluarganya

Dr. Deddy Satriya Putra SpA(K)

Diare persisten adalah diare yang berlangsung lebih dari 14 hari dimana infeksi adalah sebagai penyebabnya.atau diare kronik yang disebabkan infeksi. (WHO 1988) Gordon dan taylor nengatakan adannya hubungan timbal balik antara infeksi dan nutrisi. Infeksi akan menyebabkan gangguan nutrisi dimana terjadi berkurangnya intake kalori dan absorbsi intestinal, meningkatnya katabolisme dan kebutuhan nutrient untuk pertumbuhan dan sintesa sel. Sebaliknya kekurangan nutrisi akan menyebabkan meningkatnya risiko infeksi oleh karena berkurangnya kemampuan proteksi kulit dan mukosa disamping terganggunya fungsi imun dari host.1  

Read more: Dampak Diare Persisten terhadap Tumbuh Kembang Anak sampai Remaja dan Keluarganya

Prediktor Keberhasilan Ekstubasi pada Bayi dan Anak

Ekstubasi adalah tindakan mengeluarkan pipa endotrakeal dari posisinya. Seringkali klinisi mengalami kesulitan dalam menentukan saat yang tepat untuk melakukan ekstubasi; ekstubasi yang terlalu cepat (prematur) akan menyebabkan kegagalan sehingga pasien memerlukan reintubasi. Ekstubasi yang berlangsung lama akan menyebabkan intubasi yang tidak diperlukan, sehingga kemungkinan dapat terjadi trauma saluran nafas, infeksi nosokomial, dan bertambah lama hari rawat dengan akibat biaya perawatan meningkat.

Read more: Prediktor Keberhasilan Ekstubasi pada Bayi dan Anak

Monografi Seftriakson (Sefalosporin Generasi ke tiga)

Sefalosforin termasuk golongan antibiotika betalaktam. Sefalosforin berasal dari fungus Cephalosporium acremonium yang di isolasi pada tahun 1948 oleh Brotzu. Fungus ini menghasilkan tiga macam antibiotika yaitu sefalosporin P, N, dan C. Dari ketiga antibiotika tersebut kemudian dikembangkan berbagai derivate sefalosporin semisintetik antara lain sefalosporin C.

Read more: Monografi Seftriakson (Sefalosporin Generasi ke tiga)

Upaya Pencegahan dan Penanggulangan Jangka Panjang Gangguan Tumbuh Kembang Anak Akibat Diare Persisten

Diare Persisten didefinisikan sebagai diare yang disebabkan infeksi yang berlangsung lebih dari 14 hari. Penatalaksanaan diare persisten pada anak menimbulkan keputus asaan bagi tenaga kesehatan dan keluarga menyebabkan penggunaan yang berlebihan terhadap obat-atau antibiotika. Belakangan ini beberapa Negara berkembang melaporkan keberhasilan penatalaksanaan diare persisten pada anak dengan pemberian diet harian yang mengandung muatan local yang tidak mahal dan suplementasi mikronutrien.1  

Read more: Upaya Pencegahan dan Penanggulangan Jangka Panjang Gangguan Tumbuh Kembang Anak Akibat Diare...

Etiologi dan Pathogenesis Diare Persisten

Pendahuluan

D

iare persisten merupakan penyebab penting kematian pada anak di negara berkembang.  Organisasi Kesehatan Dunia mengakui bahwa usaha untuk mengendalikan diare persisten belumlah cukup. Beberapa studi telah dilakukan untuk dapat merumuskan strategi penatalaksanaan dan pengendalian diare persisten.1 Sekitar 10 – 15 % episode diare akut akan menjadi diare persisten yang sering menyebabkan gizi buruk dan meningkatkan kematian.  Diare persisten sebagai penyebab 30 – 50 % kematian karena diare di negara berkembang.2,3

Read more: Etiologi dan Pathogenesis Diare Persisten